People do not buy goods or services. They buy relations, stories and magic – Seth Godin

 

Membangun brand bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan membangun cerita atau narasi yang akan membentuk word of mouth (WOM).

Cerita apa yang dimaksud?

Cerita apa pun yang mengandung unsur kejujuran dan positif misalnya cerita awal mula brand kuliner dibangun, perjuangan owner, cita rasa masakan yang enak sesuai selera, makna logo, layanan yang ramah, kepuasan pelanggan, visi dan impian brand, kebaikan brand (brand generosity), prinsip yang dipegang brand, dan lain sebagainya.

Cerita yang menarik dan mengadung emosi akan mampu memicu kepedulian dan ketertarikan market/konsumen untuk sekedar menoleh hingga mereka akan membeli dan membeli lagi (repeat order). Mereka yang melakukan pembelian berulang ini kita sebut sebagai pelanggan loyal. Nah, dari pelanggan loyal inilah cerita tentang brand kuliner akan semakin tersebar luas maka terciptalah marketing word of mouth (WOM) yang jujur, otentik dan terpercaya. Cerita dari pelanggan loyal kepada orang-orang disekelilingnya dalam berbagai media (user generated content) sehingga akan lebih cepat dipercaya dan akan mampu menghasilkan penjualan.

Selanjutnya, mari kita memperdalam pemahaman tentang word of mouth (WOM)

WOM adalah strategi marketing yang melibatkan peran konsumen dalam memberikan influence (pengaruh) kepada calon konsumen lain untuk mengetahui dan membeli suatu produk. Dengan begitu, brand awareness akan naik.

Sebenarnya cara kerjanya cukup sederhana. Konsumen yang merasa puas dan tertarik terhadap sebuah brand kuliner akan menceritakan nya kepada orang lain. Cerita ini akan banyak perspektif nya seperti yang tertulis di atas. Cerita ini biasanya disampaikan kepada lingkaran terdekat seperti keluarga atau teman. Kemudian teman dan keluarga dari konsumen tersebut tertarik untuk mencari tahu dan membeli sebuah Brand kuliner tersebut.
Strategi pemasaran yang satu ini sebenarnya sangat sederhana dan tidak memerlukan biaya besar. Namun PR besar yang harus dilakukan oleh pemilik Brand Kuliner yaitu bagaimana cara membuat konsumen puas dengan produk dan layanan.

Pentingnya Word of Mouth (WOM) untuk Brand Kuliner

 

Ada beberapa alasan mengapa strategi WOM ini sebaiknya diterapkan untuk Brand Kuliner. Berikut detailnya :

1. Meningkatkan Branding

Anda tentu sudah memahami bahwa Brand Kuliner banyak pesaing kan? Untuk mendapatkan kepedulian dan atensi calon konsumen dan meningkatkan brand awareness, maka penting untuk mengaktifkan strategi WOM agar brand kuliner bisa cepat dikenal oleh masyarakat yang menjadi target pasarnya. Dengan memanfaatkan strategi WOM, brand kuliner akan tampak lebih meyakinkan.

Namun perlu dipahami bahwa WOM juga bukan satu-satunya strategi branding yang bisa diterapkan. Supaya lebih maksimal dalam membangun brand, padukan WOM dengan brand identity yang menarik dan professional untuk memperkenalkan value dari brand kuliner yang dijalankan.

2. Marketing Gratis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, WOM termasuk strategi marketing yang dapat diterapkan dengan biaya yang murah bahkan tidak perlu mengeluarkan dana sedikit pun.
Tantangan nya adalah membuat pelanggan atau konsumen merasa puas dan tertarik dengan Brand Kuliner yang Anda miliki. Hal tersebut akan memicu konsumen menceritakan pengalamannya kepada orang-orang di sekitarnya tanpa diminta.

Tapi Anda juga tidak boleh melupakan jasa para konsumen loyal ini. Sesekali berikanlah reward kepada mereka yang loyal terhadap brandmu, contohnya memberikan produk gratis untuk konsumen yang melakukan pembelian minimal 5 kali dalam sebulan dan sebagainya.

3. Meningkatkan Penjualan

Ketika strategi branding dan marketing berhasil dijalankan, awareness masyarakat terhadap bisnismu akan meningkat. Dampak dari hal ini adalah meningkatnya angka penjualan produk. Artinya, omset dan keuntungan yang Anda dapatkan akan meningkat juga. Pasti Anda senang kan?
Jika penjualan terus meningkat, brand yang Anda jalankan berpotensi untuk menjadi semakin besar di masa mendatang.

Cara Efektif Menjalankan Word of Mouth

 

WOM memang sangat penting untuk diterapkan pada brand kuliner, manfaatnya juga telah kamu lihat pada penjelasan di poin sebelumnya. Untuk mencapai ke titik itu ada berbagai strategi yang bisa Anda lakukan. Berikut ini beberapa langkah efektif untuk menerapkan WOM.

1. Berikan Produk dan Service Terbaik

Langkah nomor wahid yang dapat Anda lakukan untuk menjalankan WOM adalah mempersembahkan produk dan servis/layanan terbaik kepada konsumen. Dalam bisnis kuliner, jangan ragu untuk menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi.
Tak cuma produk, Ana juga perlu memperhatikan pelayanan dari semua tim yang terlibat mulai dari tukang parkir, kasir, waitress/pelayan, hingga karyawan cleaning service. Usahakan untuk selalu ramah dan membantu konsumen.

2. Biarkan Konsumen Memberi Penilaian (Review/Ulasan dan Rating)

Konsumen memang tidak akan segan menceritakan pengalaman baiknya kepada orang lain, tapi Anda bisa memanfaatkan situasi ini dengan cara meminta pelanggan untuk memberikan penilaian.
Di mana konsumen atau pelanggan dapat memberikan penilaian? Ada banyak platform yang bisa dipakai, contohnya media social: IG dan FB, Google Bisnis yang bisa diakses melalui Google Maps, aplikasi pemesanan makanan online (Go-food, Grab food, Shopee food), testimoni langsung, dan lain sebagainya.

3. Kekuatan Media Sosial dan Influencer

Media sosial adalah sebuah platform yang punya kekuatan besar untuk menerapkan WOM karena Anda dapat melakukan analisa terhadap kebiasaan dan kebutuhan orang-orang yang menjadi target pasar.
Setelah memahami kebutuhan dan keinginan mereka, Anda bisa mulai melakukan pengenalan dan promosi Brand.

Supaya lebih maksimal, Anda juga dapat menggunakan jasa seorang influencer. Pilih influencer dengan cermat dan pastikan bahwa audiens dari influencer yang kamu pilih sesuai dengan target pasar. Tugas dari influencer ini adalah melakukan promosi Brand kepada para pengikutnya / followers di berbagai platform.
Influencer memang memiliki dampak besar terhadap brand awareness. Hal ini sudah dibuktikan oleh pengusaha di bidang kuliner, baik bisnis kecil atau brand multinasional sekali pun.

4. Komunikasi dengan Konsumen Secara Langsung

Demi menciptakan kedekatan dengan para konsumen, Anda juga dapat mempersiapkan media khusus untuk berkomunikasi dengan mereka. Contohnya adalah menggunakan aplikasi chatting atau memberikan nomor telepon kepada mereka.

Harapannya, pelanggan atau konsumen dapat memberikan kritik dan saran kepada Brand kuliner Anda. Selain itu, Anda juga bisa menjawab setiap pertanyaan terkait produk dan bisnis yang mungkin diajukan oleh konsumen secara langsung.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah list building atau mengumpulkan database konsumen berupa nama konsumen, nomor WA, email dan akun sosmed melalui berbagai program marketing misalnya giveway dan promo terbatas dengan syarat konsumen harus memberikan data di atas. Selanjutnya data tersebut bisa Anda kelola dengan sistem Customer Relathionsip Management (CRM).

Peran strategi marketing word of mouth terhadap perkembangan Brand Kuliner memang sangat besar. Oleh sebab itu, Anda perlu memaksimalkan strategi ini untuk meraih kesuksesan dan membawa Brand ke level selanjutnya.

Baca Juga Eksistensi Brand Lokal Salah Satu Wujud Nasionalisme